Spreading the Happiness!

Spreading the Happiness!

Tahun 2020 ini aku membuat sebuah keputusan baru yang cukup besar untuk diriku maupun keluarga. Sebuah keputusan yang aku harapkan menjadi wadah untuk pengembangan diri, baik sebagai individu, istri, dan ibu. Dengan demikian, aku bisa lebih bermanfaat untuk keluarga, orang-orang di sekitarku, maupun masyarakat yang lebih luas.

Keputusan itu adalah bergabung dengan Ibu Profesional. Suatu komunitas yang mewadahi para perempuan (baik yang sudah atau belum menikah) untuk meningkatkan kapasitas dirinya sebagai individu, istri, dan ibu, sehingga lebih bisa bermanfaat dalam tugas dan perannya sebagai pencetak generasi selanjutnya serta bermanfaat secara lebih luas.

Dalam Ibu Profesional ada tiga komponen yang dapat dipilih, yaitu Institut Ibu Profesional, Komunitas Ibu Profesional, dan Taman Sejuta Cinta. Aku sendiri memilih dua komponen, Institut Ibu Profesional dan Komunitas Ibu Profesional. Aku memilih keduanya karena aku merasa butuh utuk meningkatkan kapasitasku sebagai ibu dan istri (yang didapat dari Institut Ibu Profesional) dan meningkatkan kapasitas diri secara individual agar lebih bermanfaat bagi masyarakat lewat Komunitas Ibu Profesional.

Aku merasa dengan bergabungnya diriku di dalam Komunitas Ibu Profesional akan mengantarkanku pada dunia yang lebih luas demi mewujudkan mimpiku dalam hidup ini, bermanfaat bagi lebih banyak orang lagi. Tergabung dan membentuk komunitas di lingkungan pun pernah terlintas dalam pikiranku sekitar delapan tahun lalu saat sedang menjalani tes masuk menjadi dosen di perguruan tinggi negeri. Entah mengapa, dalam benak hatiku, membangun masyarakat menjadi sebuah passion yang aku ingin capai saat itu. Pada akhirnya, inilah jalan yang ingin aku tempuh sekarang. Berikhtiar agar memberi sejuta manfaat, setidaknya mencapai misi hidup yang aku buat.

Sebagai awal, aku dan teman-teman lain yang memilih komponen Komunitas Ibu Profesional ini mendapatkan orientasi terlebih dahulu. Mengenalkan tentang arti, tujuan, dan makna keterlibatan kita di dalam komunitas. Sebagai penentu keberhasilan dalam orientasi ini, di akhir kegiatan diberikan tugas membuat sebuah mini project yang diajukan secara individual. Meskipun belum tentu diwujudkan, ini bisa menjadi pembelajaran bagi kami untuk belajar berkomunitas.

MIni Project Komunitas Ibu Profesional

Selama tiga minggu terakhir berbagai ide dibagi di dalam media sosial komunitas ini. Memberikan kesempatan kepada kami para pesertanya ini untuk menelurkan ide-ide baru seputar kegiatan yang bisa dijalankan di dalam komunitas. Cukup banyak kegiatan yang memberi pengetahuan baru, namun semua dikembalikan pada minat masing-masing peserta ingin membuat proyek apa untuk kelulusan orientasinya.

Dari semua proyek-proyek yang ada, aku memilih tema “Berbagi Kebahagiaan di dalam Komunitas”. Tema ini aku pilih sesuai dengan semangat yang terus dibawa dalam Ibu Profesional, menjadi ibu yang berbahagia dengan perannya. Agar para ibu tidak merasa kecil dengan perannya di dalam keluarga, bahkan bisa membanggakan diri kepada lingkungan sekitarnya. Namun, aku ingin membuat kebahagiaan yang dirasakan seorang ibu itu lebih terdampak luas, dengan membagikannya kepada orang-orang yang ada di sekitar atau orang-orang terdekatnya. Oleh karena itu, proyek yang akan aku buat merupakan bentuk konkrit dari bagaimana menemukan kebahagiaan dan menyebarkannya kepada orang lain.

Judul : Spreading the Happiness!

Deskripsi Proyek:

Kebahagiaan merupakan hak bagi setiap orang. Oleh karena itu, bahagia hendaknya menjadi sesuatu yang tersebar baik dalam keluarga maupun orang-orang yang ada di sekitar.

Spreading the Happiness!” adalah sebuah kegiatan berbentuk mini workshop “Membuat Bejana Kebahagiaan”. Di dalam kegiatan ini peserta akan djelaskan terlebih dahulu mengenai prinsip-prinsip kebahagiaan, cara menciptakan kebahagiaan, mendokumentasikan kebahagiaan, dan fungsi dari membuat bejana kebahagiaan. Kemudian, peserta diminta untuk membuat bejana kebahagiaan dari bahan-bahan yang sudah disediakan bersama-sama keluarganya (ibu, ayah, dan anak).

Peserta membuat tidak hanya satu bejana, tetapi minimal tiga bejana. Satu bejana untuk keluarga mereka dan dua lagi harus dibagikan kepada keluarga lain yang ada di sekitar mereka. Jadi, mini workshop ini tidak hanya menghasilkan sesuatu untuk diri peserta dan keluarganya, tetapi juga keluarga-keluarga lain yang ada di sekitarnya.

Bejana ini berfungsi untuk menampung hal-hal bahagia apa yang sudah dilakukan oleh setiap anggota keluarga dalam satu hari. Masing-masing menuliskannya di secarik kertas, menggulungnya, kemudian memasukkannya ke dalam bejana itu. Isi bejana akan dibaca kembali setelah kurun waktu tertentu oleh seluruh anggota keluarga nantinya.

Dasar pemikiran mengenai ide ini adalah kebahagiaan bisa diciptakan, dicatat, sehingga menjadi kekal di dalam memori. Dengan demikian, jika suatu saat mengingatnya akan memunculkan kembali perasaan bahagia itu, sehingga sebuah keluarga akan terus-menerus merasakan kebahagiaan nantinya. Prinsip berbagi kebahagiaan diwujudkan dengan membagi bejana ini kepada keluarga lain agar keluarga lain pun bisa belajar hal yang sama. Dengan demikian, akan terbentuk komunitas baru: komunitas berbagi bahagia lewat bejana kebahagiaan.

Kebutuhan/susunan tim :

  • Pimpinan proyek
  • Tim acara
  • Tim dokumentasi dan publikasi
  • Tim konsumsi

Sasaran: keluarga baik yang sudah memiliki anak atau belum.

Waktu: saat libur sekolah (agar dapat melibatkan anak dalam proses pembuatan bejana kebahagiaan) / hari libur (sabtu, minggu, tanggal merah)

Tempat: ruangan yang memuat minimal 30 orang (target peserta minimal 10 keluarga)

Estimasi Dana: Rp2.000.000,00 (untuk pembelian bahan dan konsumsi)

Parameter Keberhasilan:

  • Minimal 10 keluarga yang terlibat dalam kegiatan.
  • Minimal 30 “bejana kebahagiaan” berhasil dibuat.
  • Setiap peserta membagi 2 bejana kepada keluarga lain, yang didokumentasikan lewat foto.

Proyek ini terkesan sederhana, namun jika dapat dilakukan secara terus-menerus dan berkelanjutan, maka dapat menjadi sebuah gerakan “berbagi kebahagiaan” bagi banyak keluarga. Sebab, kebahagiaan yang dimiliki keluarga penting dalam menumbuhkan anak-anak yang bahagia, yang nantinya dapat menjadi anggota masyarakat yang bahagia pula.

*Proyek ini terinspirasi dari film “Pay it Forward”. Adakah yang mau mencobanya dalam bentuk lain?

5 thoughts on “Spreading the Happiness!

  1. Alhamdulillah, barakallah ya Ndah mini projectnya terpilih ^_^ Semoga bisa menyebar kebaikan ke sebanyak-banyak orang. Oia masih kurang paham. Buat kriteria keluarga yang mau berpartisipasi bebas atau hanya terbatas keluarga muda gitu? Tiap 1 keluarga membuat 1 bejana berisi kumpulan kebahagiaan dalam tiap harinya. Trus setelah berhasil bikin proyek ini lanjut mengajak keluarga lain?

    Like

    1. Terima masih dini.. bebas kok. Mau keluarga muda, tua, sedang bisa semua. Jadi, kita bikin bejana kebahagiaan buat keluarga kita, terus bikin beberapa buat keluarga lain.

      Boleh kita jalani dulu, kalau sudah berasa keseruannya, bisa tuh bejana lain yang sudah kita siapin dikasih ke keluarga lain terus ajak buat lakuin juga dengan cerita apa yang terjadi di keluarga sendiri.

      Intinya kita berbagi cara untuk bahagia kepada keluarga lain.

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s