Ibu, Rembulan Keluarga

Ibu, Rembulan Keluarga

Bagiku ibu adalah bulan, penerang malam, pemberi harap.

@mata.syakee

Ibu. Tiga huruf namun berarti banyak. Ibu menjadi penentu, bersama-sama ayah, menggiring arahnya kapal keluarga. Turut menentukan akankah kapal menjadi karam atau bertahan dalam riuhnya badai. Pembuka peta dan menjadi kompas dalam menggapai misi keluarga.

Tidak salah Ibu Profesional menjadikan tema navigasi dalam Matrikulasi Batch 8 ini. Begitulah ibu, menjadi navigator dalam mengarungi lautan kehidupan, agar keluarganya tak menjadi salah langkah. Ibu menavigasikan kapal agar dapat berlabuh di pelabuhan akhir dengan selamat.

Namun, bagiku ibu sesungguhnya adalah bulan. Memantulkan cahaya matahari di tengah pekatnya malam. Memberi harap bagi orang-orang yang dibutakan malam. Tiap kali wajah ini menengadah ke langit, bukankah bulan ada di sana, menepati janjinya bahwa ia ada untuk menemani. Walau dalam wujud yang tak selalu sama, kehadirannya selalu memberi ruang untuk hati agar kita bisa tersenyum mensyukuri kehidupan.

Seperti itu ibu. Bagi anak-anaknya, mereka adalah pemberi harap di kala lelah. Menenangkan saat dunia tak lagi bersahabat. Memeluk, merangkul dalam kasih sayangnya yang hangat. Ia adalah bulan. Cahayanya tak panas, tapi mampu menghangatkan. Membuat kita yang memeluknya tak akan merasa terbakar, melainkan merasakan kedamaian yang sangat.

Dalam siklusnya, ibu kadang menghilang. Meredup karena mungkin tak mendapatkan cahaya. Layaknya ibu yang mungkin kadang terlupakan, meskipun keberadaannya tetap ada di sana. Ibu dengan setia menanti dalam gelap, yang ternyata memang dibutuhkan dan ditunggu kehadirannya saat cahaya kembali ia pantulkan. Kapanpun sang anak akan selalu mengingatnya, di baik maupun buruk kehidupannya.

Ragamnya bentuk bulan, masih menggambarkan tentang ibu. Betapa ibu punya sejuta rupa untuk menjadi tonggak kehidupan keluarga. Ia bisa menjadi manajer keuangan, manajer personalia, manajer urusan rumah tangga, dan segudang manajer lainnya, yang membantu jalannya rumah tangga. Ia akan punya banyak rupa sesuai dengan perannya itu. Akan tetapi, ia tetaplah ibu. Seseorang yang sama di dalam dirinya, walau penampilan luarnya berbeda.

Sesuai warnanya yang bisa berubah, ibu juga merasakan emosi yang beragam. Bisa merasa cemas dan khawatir saat anak-anaknya terluka. Merasa marah saat anaknya berbuat kesalahan. Bersedih saat anaknya terjatuh dan terpuruk. Di sisi lain, ibu akan tetap bahagia, menunjukkan sinar terbaiknya ketika anak-anaknya mampu menggapai kebahagiaan. Memberikan cahaya yang manguatkan anak-anaknya agar mampu menembus tembok batas kehidupan.

Ketegaran ibu sama saja dengan bulan. Berusaha memperlihatkan jati dirinya walau banyak bintang lain yang melenakan. Ibu, dengan ketegarannya, mampu membuat kita berdecak kagum, sehingga tak satupun indahnya bintang di luar sana mampu menandingi kemampuannya.

Oleh karena itu, ibu profesional kebanggaan keluarga menurutku adalah ibu yang bisa menjadi rembulan untuk keluarganya. Ibu yang akan mampu menjadi kekuatan di setiap kesulitan, ibu yang mampu memberi harap di tengah kegelapan, ibu yang mampu memberi ketenangan di saat kesulitan, ibu yang akan memberi sejuta cinta dalam beragam rupa untuk keluarganya.

Ibu profesional kebanggan keluarga adalah ibu yang akan menerangi keluarga dengan memantulkan cahaya mentari dari sang ayah yang memang selalu tampak gagah bersinar. Namun, di balik itu semua ibulah yang melengkapi ayah, memberikan kesempatan bagi anak-anaknya, kita manusia di atas bumi ini untuk mampu menjalani perannya dengan baik sebagai hamba-Nya. Ibu adalah partner terpenting ayah menggapai misi keluarga bersama.

Menjadi ibu yang akan menguatkan karakter anak-anaknya, menjadi madrasah kehidupan bagi anak-anaknya sepanjang hayat. Menjadi tempat kembali tiap kali anak-anaknya lelah dengan kehidupan yang penuh ketidakwarasan. Menjadi ibu yang akan selalu menerima, bagaimanapun wujud anaknya, dengan tangan dan hati terbuka.

Ibu adalah paket lengkap. Baik dengan kekurangan maupun kelebihannya. Usahanya untuk menjadi sempurna adalah misi yang diupayakannya setiap hari. Namun, walau masih jauh dari sempurna, itulah ibu. Seperti apapun, ia tetap kebanggaan keluarga.

Sumber: FBG Matrikulasi Ibu Profesional Batch 8 dengan perubahan.

Catatan: ditulis ulang berdasarkak tulisan lama, “Ibu Sang Rembulan” dari blog deadrin.wordpress.com dengan beragam penyesuaian sesuai misi tugas ibu profesional.

2 thoughts on “Ibu, Rembulan Keluarga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s