Memulai Setelah Berakhir

Memulai Setelah Berakhir

Tidak akan ada kata akhir di dalam kehidupan ini. Bahkan setelah kematian yang dianggap orang sebagai akhir dari kehidupan di dunia, ada kehidupan akhirat yang menanti. Akhir seorang manusia adalah ketika ia nantinya ditempatkan di surga-neraka. Sebuah tempat keabadian yang disiapkan oleh Sang Maha Pencipta. Tempat kita kembali, tempat tujuan akhir kita yang sebenarnya.

Maka apapun yang terjadi di dunia ini, tak ada akhirnya. Setelah putus hubungan pun, akan ada hari-hari kita menjalani hal baru, peran baru. Berakhirnya sesuatu, bukan berarti kehidupan kita menjadi selesai. Malah itu menjadi pertanda, ada hal baru yang kita akan kita jalani ke depannya.

Contohnya, setelah Ramadan berakhir, ada bulan-bulan selanjutnya yang harus kita jalani. Bulan demi bulan yang ada merupakan ujian untuk melihat kesungguhan kita selama mengikuti “pelatihan” di bulan Ramadan. Berakhirnya Ramadan menjadi awal, dari masa-masa berikutnya yang penuh tantangan.

Sebuah kelahiran pun diawali dengan berakhirnya masa kehamilan. Seorang bayi lahir setelah sang ibu mengandungnya. Ibu tak lagi hamil, tapi seorang bayi hadir sebagai sebuah rahmat untuk keluarga. Menjadi awal dari kehidupan baru sepasang suami-istri yang diberi kepercayaan oleh Allah untuk melangkah lebih lanjut setelah menjalani pernikahan.

Di lain kondisi, kita akan menemukan satu ujian baru hadir setelah ujian lain berakhir. Seperti itu terus-menerus. Apalagi setelah dirasa kita sudah mampu menyelesaikan satu urusan, maka kita akan diberi urusan berikutnya. Kalau kata suami, “Kita ga dikasih beban untuk mengurus sesuatu yang lebih besar, kalau urusan rumah kita sendiri belum selesai.”

Lalu, mengapa kita terkadang merasa terpuruk setelah sesuatu berakhir?

Susah move on setelah diputusin pacar. Susah melupakan cinta pertama yang tidak kesampaian. Sulit keluar dari trauma yang dimiliki.

Memang kita butuh kekuatan untuk berupaya benar-benar mengakhirkan hal-hal yang tidak menyenangkan untuk kita. Kita berupaya untuk melawan diri kita sendiri yang masih menikmati keindahan dari peristiwa lampau yang berlalu. Di sisi lain, kita juga membiarkan diri sendiri untuk tetap “terluka” atas semua peristiwa yang tidak menyenangkan. Kita yang menentukan, mengakhirinya atau membuat awal yang baru.

Kadang kita yang menghentikan diri dari pengalaman baru karena meragu akan masa depan yang ada. Merasa tidak ajeg karena masa depan itu belum pernah kita jalani. Padahal bukankah selalu ada kata pertama kali yang akan mengawali segala sesuatunya. Tidak akan pernah ada hal baru jika kita tidak mau berbuat sesuatu. Kita hanya butuh keyakinan kalau awal yang baru itu adalah jalan baru yang lebih baik untuk kita, bagaimanapun bentuknya.

Mengawali bulan Syawal ini pun harus dengan sikap demikian. Melanjutkan hal-hal baik yang telah didapat setelah masa pelatihan kita di bulan Ramadan. Selain itu, mengurangi atau memperbaiki hal-hal buruk yang telah kita sadari selama bulan Ramadan dengan ikhtiar yang terus-menerus.

Kita akan terus memulai untuk memperbaiki diri terus-menerus, agar hal-hal buruk berakhir dengan cepat. Kita yang menentukan, setelah ini ke depannya akan menjadi pribadi yang seperti apa. Tetap sama atau berubah. Lebih baik atau malah lebih buruk. Semua adalah pilihan kita.

Semoga rasa lebaran yang berbeda hari ini akan menjadi awal dari memaknai hal-hal baru ke depannya. Menjadikan kita sebagai individu yang senantiasa bersyukur atas hal-hal kecil yang kita kadang lupakan selama ini. Entah itu kebersamaan, pertemuan, perpisahan, kebahagiaan, tawa, dan sebagainya.

Mungkin kita tak akan melupakan hari ini. Sebuah awal dari “kehidupan normal baru” yang mengakhiri kehidupan kita yang lama. Sesuatu yang selama ini telah membuat kita nyaman dan terlena. Berubah menjadi sesuatu yang kita tak pernah bisa tahu seperti apa. Selain hanya bisa berpasrah dan ikhlas kepada Allah swt.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H.

– di tengah pandemi covid-19

One thought on “Memulai Setelah Berakhir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s