5 Self-Care untuk Ibu di Rumah Saja

5 Self-Care untuk Ibu di Rumah Saja

Menjadi manager rumah tangga 24 jam 7 hari tentu bukan hal mudah bagi seorang ibu. Semua pekerjaan pengelolaan di rumah, mulai dari keuangan, kesehatan, dan pendidikan, semua harus dikerjakan. Bukan tidak mungkin seorang ibu bisa mengalami burnout. Sebuah kondisi penuh stres yang bisa membuat seseorang kehilangan sense akan dirinya.

Kondisi burnout ini berbahaya apabila dibiarkan. Lama-kelamaan, stres yang bertumpuk serta pengelolaan stres yang tidak baik, akan memicu suasana yang tidak nyaman di rumah. Bisa berupa pertengakaran dengan suami atau penyaluran amarah kepada anak-anak.

Tentu kita tidak menginginkannya. Namun, bukan tidak mungkin hal itu bisa saja terjadi, pada saya, kamu, atau ibu lainnya. Oleh karena itu, melakukan self-care bisa menjadi jalan yang dilakukan oleh para ibu.

Energi positif yang didapat dengan merawat diri, bisa membantu para ibu kembali aktif dalam rutinitasnya. Sebab kebahagiaan paling hakiki berasal dari diri sendiri. Mencari kebahagiaan di luar, seperti banyak-banyak melihat kebahagiaan orang lain di media sosial, tidak akan banyak membantu. Sebaliknya, malah menambah daftar sumber stres yang kita miliki sebagai ibu #dirumahaja.

Apa saja self-care yang bisa dilakukan seorang ibu di rumah?

1. Ubah dastermu, temukan gayamu.

Memakai daster sudah menjadi trademark yang dimiliki oleh para ibu di rumah. Apalagi semenjak adanya PSBB, ibu yang lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah mulai melepas pakaian bepergiannya, mengganti dengan daster yang cuci-kering-pakai. Tidak ada salahnya juga karena memang pakaian satu ini sangatlah nyaman dan mudah digunakan. Dengan segudang pekerjaan di rumah yang tentunya menghasilkan banyak keringat, membuat daster tetap menjadi pilihan utama karena daya serapnya yang tinggi. Namun, terkadang pemakaian daster membuat kita seperti tidak mandi-mandi.

Setelah dua bulan saya kembali ke rumah dua tahun lalu, si sulung sempat protes. “Ibu, bajunya itu lagi, itu lagi. Malam pakai itu, siang pakai itu. Zain bosen.” Jleb. Anak usia 2,5 tahun bisa bicara begitu. Yah, waktu itu memang saya masuk tim cuci-kering-pakai daster. Jadi, saya tampak seolah tak berganti pakaian sama sekali.

Setelah ucapan itu akhirnya saya memutuskan daster hanya dipakai untuk malam hari ketika tidur. Siang hari saya akan pakai pakaian biasa, yang kasual dan tetap memudahkan gerak saya di rumah. Bahkan makin ke sini, saya akhirnya pakai gamis-gamis simple yang saya punya. Toh, daripada tidak dipakai karena tidak bepergian, mending dipakai di rumah, kan. Setidaknya menyenangkan mata penghuni rumah. Ibunya tidak kucel karena pakai daster belel terus-menerus.

Kalau sekarang sedang menjamur homedress itu juga bisa digunakan. Selain potongan yang simple bahannya pun adem, sehingga tetap mudah menjalani aktivitas sehari-hari. Pakaian rapi dan cantik, bisa menjadi salah satu cara merawat diri. Dengan memberikan diri kita pakaian demikian, kita sudah memberi apresiasi kepada diri kita juga.

2. Jangan Lupa Sisiran!

Kapan terakhir kali sisiran? Dulu saja sejak mulai berhijab saya sudah jarang sisiran. Apalagi setelah di rumah saja? Sisiran sebulan bisa dihitung dengan jari. Kalau ingat atau niat saja. Sampai suatu hari saya melihat ke kaca, “Widih, ini siapa sih? Kusut banget, lusuh!”

Ya, itulah momen yang membuat saya membeli sisir keren dari jasa titip Pri*ark Belanda satu tahun lalu. Sesuai testimoni si penjual, sisirnya sungguh keren. Apalagi ada gambar logo dari salah satu asrama di film Harry Potter, salah satu favorit di zaman kuliah dulu. Walau harus merogoh kocek agak dalam, barang import ini patut diacungi jempol. Hanya dalam beberapa kali sisiran, cus rambut langsung rapi.

Testimoni dari Paksu yang ikutan pakai pun sama. Sisir keren kami menyebutnya. Sampai anak-anak pun disisiri pakai sisir itu.

Menyisir rambut mungkin terlihat sederhana. Namun, ternyata menyisir rambut membuat sirkulasi darah di kepala kita menjadi lancar. Pijatan lembut dari gigi-gigi sisir tidak hanya merapikan rambut, tetapi juga memberikan efek penotokan ke kulit kepala. Alhasil, setelah bersisir kepala terasa segar. Rambut yang rapi juga bisa meningkatkan mood kita. Ternyata benar, cantik itu menjadi hadiah buat diri sendiri.

3. Sesekali gunakan make up atau minimal sublock.

Saya bukan orang yang rajin pakai make up sedari dulu. Kuliah saja masih untung kalau ingat pakai bedak muka. Kalau tidak ya jalan-jalan saja, ga akan bikin batal kuliah. Kerja pun demikian, terbalik dengan mahasiswa yang diajar. Kadang saya pakai lipstik kalau jam mengajar saja. Sisanya, lagi-lagi kalau ingat.

Apalagi sejak punya anak. Daripada urus muka, mending urus perbekalan kalau mau berangkat ke mana-mana. Jadinya, kalau lagi jalan tetap muka mamaknya ini pas-pasan saja. Selain itu, suami juga bukan tipe yang mengharuskan istri pakai make up.

Namun, jangan salah, make up juga bisa rewarding buat kita. Membuat diri berpenampilan lebih menarik juga bisa menjadi penambah semangat. Selain itu, menciptakan image kalau pakai make up bukan hanya untuk jalan-jalan. Bukankah memang paling afdol kita berhias untuk suami kita? Jadi, jangan terbalik, di rumah kita biasa saja, di luar dandanan kita super lengkap.

Tetap saja jangan berlebihan. Setidaknya membuat penampilan kita cukup segar agar kita pun ikutan segar. Berpenampilan rapi tetap menjadis sebuah hadiah untuk diri kita, agar kita bisa menjalani hari-hari penuh kebahagiaan.

Kalau memang bukan tipe yang suka pakai make up, bisa pakai sunblock untuk mencegah kulit tampak menggelap. Ternyata walaupun di rumah sinar matahari tetap bisa masuk dan menyerang kulit kita. Jadi, sunblock juga bisa dipakai untuk merawat diri, ya.

4. Olahraga ringan di rumah.

Buat saya yang tidak bisa banyak keluar rumah karena masih punya tiga balita ini, berolahraga di rumah bisa jadi alternatif. Namun, tetap saja biasanya olahraga yang bisa dilakukan tetap terbatas. Satu aktivitas yang saya suka adalah stretching atau meregangkan otot. Dengan melakukan peregangan otot kita memberi kesempatan darah untuk mengalir hingga ke ujung-ujung tubuh. Otot pun seakan disiapkan untuk aktivitas seharian. Efek lainnya, peregangan juga bisa membuat lega tubuh kita, sehingga pemikiran positif pun lebih bisa didapat.

Tiap orang tentu berbeda-beda, silahkan cari olahraga yang cocok untuk kita. Terpenting kita merasa ringan dan nyaman untuk melakukannya.

Bisa juga dengan mengikuti gerakan-gerakan senam ringan yang ada di video-video. Ini bisa jadi cara juga untuk membentuk tubuh sesuai target. Sehat iya, body pun tampak oke.

5. Temukan me time dan kegiatan untuk mengisinya.

Kepenatan muncul karena energi kita habis akibat relasi yang tidak berhenti. Rasa penat membuat kita mudah lelah dan terpancing emosi negatifnya. Oleh karena itu, kita butuh time out. Waktu jeda sejenak untuk beristirahat dan menemukan diri kita lagi.

Me time bukanlah menemukan waktu sendiri, melainkan menemukan waktu untuk menjadi diri sendiri. Kegiatannya bisa beragam, mulai dari berelaksasi, membaca buku, berkreasi, memasak, dan sebagainya. Namun, yang paling penting adalah kegiatan yang diperuntukkan untuk diri sendiri, bukan orang lain.

Kita membutuhkan rehat dari aktivitas mengurus orang lain, agar bisa mengurus diri sendiri. Tubuh ini butuh perhatian. Jiwa ini butuh asupan. Tinggal apa yang bisa kita lakukan untuk menjaga keseimbangan mentalitas kita ini.

Jika sehari-hari kita banyak terburu-buru mengerjakan sesuatu, bisa dicoba dengan melatih relaksasi, bermuhasabah diri, menemukan kembali ritme diri. Jika membutuhkan tambahan ilmu, bisa mempelajari hal-hal sederhana untuk menunjang keterampilan diri. Bisa juga menulis untuk menyalurkan 20.000 kata yang tak cukup terucapkan karena kita jarang bertemu dan berinteraksi dengan orang.

Apapun itu, kembali pada esensi kita memberi asupan pada diri dan merawat diri ini. Sebab, kalau bukan kita siapa lagi yang akan merawat. Kita tidak bisa memaksa orang lain merawat kita agar kita bahagia. Sebaliknya, kita merawat diri sendiri agar kita menjadi bahagia.

Bisa juga kita memulai dengan menjauhkan gawai atay berhenti scrolling media sosial untuk sesaat. Terkadang tanpa kita sadari, kedua hal ini menjadi “racun” tak terlihat yang merusak hati kita. Membuat hati menjadi tidak semudah itu puas dengan kepemilikan saat ini. Membuat hati pun selalu membandingkan diri dengan orang lain.

100 orang akan punya 100 kita. Kurva normal kehidupan hanya sekedar perhitungan statistik manusia. Tidak ada keharusan menjadi sama dengan kebanyakan manusia lain. Belum tentu itu yang kita butuhkan di dunia.

Menjadi samalah dengan jalan yang sudah ditetapkan menuju Tuhan. Tidak akan salah dan bisa menjadi salah satu cara merawat diri ini. Bukankah Tuhan yang paling utama sebagai perawat kita di dunia. Maka, memenuhi diri dengan semua petunjuknya yng paling utama. Sebab di sana kita akan menemukan, kebaikan tanpa “tapi” yang tak akan kita temukan di manusia manapun.

Sudahkah kamu merawat diri sendiri saat ini? Jangan pernah merasa malas untuk melalukannya karena itu salah satu cara mengurangi beban dari harimu yang penuh rutinitas padat.

One thought on “5 Self-Care untuk Ibu di Rumah Saja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s