2020: Tentang Sebuah Pencapaian

Banyak orang bahas tentang 2020 yang sungguh luar biasa karena pandemi mengubah kehidupan kita secara sistematis. Namun, buatku dengan dan tanpa Covid-19, tiap hari tetaplah hari bertumbuh. Mengembangkan diri, sebagai pribadi, pasangan, orang tua, anak, saudara, teman, dan masyarakat lebih luas.

Meskipun di tengah kesulitan, ada banyak pencapaian yang bisa disyukuri. Sesuatu yang mungkin membuatku sadar kalau hidup itu bukan tentang bersaing, melainkan tentang bersyukur. Bahwa Tuhan telah memberikan kita banyak kebaikan, di tengah persepsi kita yang sering berburuk sangka.

Salah satunya saat blog ini baru dibuat di bulan Januari tahun lalu, aku memang berharap akan lebih sering menulis. Namun, ternyata tetap saja ada beberapa minggu saat aku memang tak sanggup menyelesaikan satu tulisan saja karena sedang tak ingin berpikir serius.

Akan tetapi, tepat di tanggal 1 Desember 2020 aku mendapatkan badge ini.

Badge 100 postingan.

Yes, I did it!

Tanpa aku sadari sudah 100 tulisan aku muat di blog baru ini. Padahal di blog sebelumnya untuk mencapai angka 100 itu saja butuh bertahun-tahun.

Tentunya 100 posting ini tak begitu saja terjadi. Ada andil dari keikutsertaanku di sebuah komunitas yang bernama Ibu Profesional. Kegiatanku di komunitas ini mengharuskan adanya kegiatan journaling sebagai media pencatatan dan pelaporan.

Jadi, bisa dibilang dari 100 tulisan yang telah termuat di blog ini sebagian besar adalah tulisan mengenai kegiatanku sebagai seorang ibu bersama anak-anak dan sebagai pribadi di dalam komunitas.

Benar-benar tidak menyangka aku bisa mencapai angka 100 itu dalam hitungan sebelas bulan. Membuat aku semakin bersemangat untuk menulis lagi.

Tergabungnya diri ini di komunitas Ibu Profesional juga merupakan sebuah pencapaian buatku. Sebelumnya aku sendiri tak terlalu berminat ikut komunitas semacam ini.

Namun, ada sebuah dorongan yang membuatku ingin menjajal sebuah komunitas besar yang telah tersebar di seluruh provinsi di Indonesia ini dan beberapa negara di dunia.

Benar saja, setelah ikut serta dalam di dalamnya, aku mendapatkan berbagai apresiasi yang jelas memberiku motivasi lebih banyak untuk bermanfaat. Mulai dari bertemu teman baru, mendapatkan penghargaan, sampai menjadi pembicara. Aku merasakan vibe yang luar biasa bersama ibu-ibu keren di dalamnya.

Menjadi bagian dari komunitas memang tak mudah karena kita terikat akan sebuah aturan. Meskipun demikian, aku merasa menemukan keluarga baru di luar sana walau belum pernah bertatap muka sama sekali karena pandemi merajalela.

Dari dunia kepenulisan pun aku mendapatkan beragam kesempatan. Memang tak banyak karya yang dihasilkan. Bahkan semuanya berbentuk antologi saja. Ada beberapa naskah solo yang masih juga belum rampung sampai saat ini.

Lima buku yang terbit di tahun ini.

Walau begitu, aku tetap bersyukur karena aku memiliki peran baru lain di dunia literasi yang baru aku tekuni dua tahun belakangan ini. Sebuah peran yang memang mulai aku jajal sejak akhir tahun lalu, yaitu mentor menulis.

Sempat menjadi mentor untuk sebuah proyek literasi di perusahaan besar, aku merasa mungkin sudah waktunya aku melebarkan sayap dengan peran baru ini. Semoga ini bisa terwujud di tahun 2021, sebagai bentuk pengembangan diriku yang lain.

Semua yang aku lakukan di dunia kepenulisan selama tahun 2020 ini membuat aku makin mencintai literasi. Semakin pula aku meyakinkan diri untuk menjadi jalan manfaat bagi orang lain.

Ah, semoga semua niatan ini menjadi sebuah amalan yang tercatat dan menjadi jariyah nantinya.

Di luar semua pencapaian itu, ada hal yang lebih penting lagi, yaitu tentang peranku di dalam keluarga.

Ada banyak kejadian yang membuatku makin membuka mata, bahwa aku butuh lebih banyak introspeksi mengenai kondisiku. Memperbaiki diri dan lebih menghargai kehidupanku secara keseluruhan.

Sebagai istri, ibu, anak, saudara, ada banyak momen yang membuat aku menyadari aku memang tak sesempurna itu. Momen yang mengembalikan aku pada titik, ada banyak penerimaan yang harus aku lakukan, selain bersyukur atas semua keberkahan yang ada.

Namun, di atas semua pencapaian ini, satu yang paling penting adalah kesadaranku untuk hidup menjadi manusia yang lebih baik. Bukan semata mengejar pencapaian dunia, melainkan mengejar Ia agar lebih dicintai.

Semua pencapaian di 2020 ini adalah awalan baru untuk memulai 2021. Merancang resolusi, merancang kebaikan baru, merancang cara agar menjadi hamba-Nya yang lebih beryukur dan bersabar terhadap kehidupan ini.

2020 mungkin tak seindah yang dibayangkan. Akan tetapi, mencapai yang sedikit adalah buah kebaikan. Bukankah hanya itu yang kita butuhkan sebagai makhluk Tuhan?

One thought on “2020: Tentang Sebuah Pencapaian

  1. Memang jika ingin terus berkembang harus ikut komunitas ya kak. Jadi terpacu untuk terus menulis dan menghasilkan karya. Semangat kak 😊

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s